BANGKOK, 24 September 2026 /PRNewswire/ — Perubahan prioritas konsumen dan hadirnya teknologi bahan baru terus memengaruhi perkembangan produk personal care di kawasan Asia Pasifik. Berbagai tren dan peluang ini akan menjadi bagian dari pembahasan di in-cosmetics Asia, yang akan berlangsung di BITEC, Bangkok, pada 3–5 November 2026.
Tahun ini, acara tersebut akan menghadirkan lebih dari 770 peserta pameran dari berbagai negara dan kawasan. Pengunjung dari seluruh APAC juga dapat melihat dan membandingkan berbagai pilihan bahan, teknologi, serta pemasok yang tersedia di industri personal care.
Mengacu pada riset Kline, Marketing Trends Theatre akan menghadirkan sesi From Global Trends to Regional Opportunity: The Evolving Personal Care Ingredients Market in Asia-Pacific. Sesi ini akan membahas perkembangan bahan multifungsi, perubahan preferensi konsumen, serta berbagai peluang pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Euromonitor International akan menghadirkan perspektif dari sisi konsumen melalui sesi APAC Personal Care Trends. Dipimpin oleh Analis Senior Chloe Bang, sesi ini akan membahas perubahan kebutuhan konsumen, tren pasar, serta berbagai peluang baru untuk inovasi. Program ini juga akan membahas sejumlah isu yang saat ini memengaruhi pasar, termasuk persyaratan baru terkait sertifikasi halal untuk kosmetik dan bahan baku di Indonesia.
Dalam sesi Future Signals: Science Shaping Beauty Tomorrow, IFSCC akan merangkum temuan dari lebih dari 800 makalah ilmiah terbaru di bidang kosmetik. Daripada membahas setiap studi satu per satu, sesi ini akan melihat berbagai tema penelitian yang terus muncul dan membahas apa artinya bagi pengembangan bahan, formulasi, klaim produk, hingga pengujian.
Berbagai sesi lainnya juga akan membawa ide-ide baru ke dalam konteks yang lebih praktis, khususnya dalam formulasi. Di Formulation Lab, misalnya, pengunjung dapat melihat bagaimana tabir surya hibrida dikembangkan untuk menyeimbangkan perlindungan terhadap UV, stabilitas produk, dan sensasi yang tetap ringan di kulit.
Sementara itu, Technical Seminars akan membahas berbagai topik, termasuk Targeting Cellular Longevity, yang mengulas bagaimana mempertahankan kadar NAD+ dapat mendukung penuaan sel yang lebih sehat. Ada juga sesi A New Class of Pro-Retinol, yang memperkenalkan bahan berbasis fermentasi yang dikembangkan untuk mengatasi tantangan stabilitas dan iritasi.
Menghadirkan contoh dari berbagai pasar di Asia Pasifik, Tanapatr Barameesangpet dari Unilever akan membahas bagaimana tekstur, aroma, dan tampilan produk dapat memengaruhi persepsi konsumen terhadap efektivitas dan kualitas sebuah produk. Setelah itu, pengunjung dapat mencoba langsung berbagai prototipe bahan dan formulasi di Spotlight On Multisensory.
Tahun ini juga akan hadir Fragrance Zone yang baru, dengan berbagai program seperti Scent Bar, pameran Evolution of Fragrance, serta Fragrance Awards yang untuk pertama kalinya digelar di acara ini.
Salah satu sesi yang menarik adalah From Asian Story to Global Brand, yang akan membahas bagaimana brand wewangian dari Asia dapat memanfaatkan identitas budaya untuk menjangkau pasar internasional. Pembahasannya juga akan mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan produk, kepatuhan, penetapan harga, hingga kesiapan memasuki pasar.
Berlangsung di lokasi yang sama dengan in-cosmetics Asia, COSMEX juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melanjutkan eksplorasi industri, mulai dari pengadaan bahan dan formulasi hingga manufaktur, pengemasan, serta OEM/ODM.
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, kunjungi in-cosmetics Asia
Hubungi
Kat Long
kat.long@stormcom.co.uk


