Oleh: Budi Purnomo Karjodihardjo, Pemimpin Redaksi Investasinews.com.
KELAHIRAN Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Februari 2025 menandai tonggak strategis dalam agenda ekonomi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat fundamental fiskal dan daya saing Indonesia.
Super holding ini dirancang untuk mengkonsolidasikan tujuh BUMN raksasa, seperti Bank Mandiri, Pertamina, PLN, hingga Telkom Indonesia, dengan asset under management (AUM) lebih dari USD 900 miliar, setara Rp 14.724 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden Prabowo menyebut Danantara sebagai “energi masa depan Indonesia” yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada APBN dengan mengoptimalkan dana investasi dari aset negara dan mitra strategis.
“Danantara adalah langkah transformasi untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara profesional bagi generasi mendatang,” ujar Prabowo saat peluncuran resmi.
Pembentukan Danantara mengacu pada revisi UU BUMN No. 19/2003 yang memberi payung hukum bagi holding ini sebagai pengelola investasi berorientasi pasar, mirip model Temasek Holdings di Singapura atau Khazanah Nasional Berhad di Malaysia.
Baca Juga:
Ukuran Ringkas, Standar Tinggi: Otis Gen3™ Villa Homelift Terbaru Untuk Kenyamanan Hidup Sehari-hari
PROPAMI Tegaskan Pentingnya SDM Kompeten untuk Daya Saing Pasar Modal Indonesia
Langkah ini juga selaras dengan komitmen Indonesia pada target pembangunan berkelanjutan dan strategi hilirisasi sumber daya alam yang menjadi prioritas kabinet saat ini.
Warisan Pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo tentang Ekonomi Berkeadilan Berkelanjutan
Visi Danantara banyak terinspirasi oleh pemikiran ekonom legendaris Indonesia, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang juga ayah Presiden Prabowo.
Sumitro sejak lama menekankan bahwa pengelolaan ekonomi nasional harus berlandaskan prinsip keberlanjutan, efisiensi, dan keadilan bagi seluruh rakyat, bukan hanya segelintir elite.
Dalam catatan biografinya, Sumitro pernah mengusulkan pembentukan badan investasi mirip investment trust yang sayangnya tak terealisasi pada masa Orde Baru.
Ironisnya, Malaysia justru lebih dulu mengeksekusi ide serupa melalui Khazanah Nasional pada 1993, yang kini mengendalikan banyak perusahaan strategis seperti Telekom Malaysia dan Malaysia Airlines.
“Danantara adalah wujud nyata mimpi besar ayah saya yang selama ini belum pernah diwujudkan,” tutur Prabowo.
Strategi Danantara yang memprioritaskan investasi berorientasi nasional dengan mempertahankan keterbukaan pada modal asing juga mengikuti pendekatan pragmatis Sumitro.
“Pendekatan ekonomi harus realistis, berbasis data, bukan dogmatis,” kata Sumitro dalam arsip wawancara yang dikutip di situs Bappenas.
Warisan pemikiran Sumitro ini kini diwujudkan melalui Danantara yang mengombinasikan konsolidasi aset domestik dengan keterlibatan investor internasional.
Danantara Gaet USD 10 Miliar dari Tiongkok, Arab Saudi dan Australia
Sejak berdiri, Danantara telah membuktikan diri sebagai magnet bagi investasi asing dengan menjaring komitmen investasi lebih dari USD 7 miliar (Rp 112,7 triliun) pada semester pertama 2025.
Baca Juga:
ULM Buka Enam Program Dokter Spesialis, Jawab Kebutuhan Kesehatan Masyarakat Kalimantan
GAC AION V Memenuhi Kebutuhan Mobil Listrik Murni di Nordik dengan Keunggulan Multidimensi
Di antara pencapaian terbesar adalah kesepakatan dengan ACWA Power, perusahaan energi terbesar Arab Saudi, senilai USD 10 miliar untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
“Investasi ini memperkuat kemitraan strategis dan mendukung target net zero emissions 2060,” kata Rosan Roeslani, CEO Danantara.
Selain itu, Danantara tengah menjajaki kerja sama modal dengan mitra strategis dari Tiongkok, Rusia, Australia, hingga Qatar untuk proyek hilirisasi mineral, infrastruktur energi, serta pendidikan vokasi.
Rosan menegaskan model investasi Danantara tetap menjaga prinsip kehati-hatian dengan orientasi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan per kapita dan produktivitas nasional.
Menurut laman resmi Otoritas Jasa Keuangan, Danantara akan meningkatkan efisiensi pengelolaan aset pemerintah dan mendukung mobilitas vertikal masyarakat.
Dalam strategi outreach, Danantara juga mengadopsi praktik terbaik manajemen portofolio dari Indonesia Investment Authority (INA) dan Temasek, tetapi dengan skala yang lebih luas karena mengintegrasikan aset lintas sektor dan kementerian.
Investor Internasional Sambut Positif Danantara Sebagai Katalis Ekonomi Indonesia
Para analis dan pelaku pasar memandang Danantara sebagai katalis penting bagi percepatan industrialisasi Indonesia serta penopang fiskal jangka menengah.
Menurut laporan World Bank, Indonesia membutuhkan reformasi struktural seperti Danantara untuk mendorong pertumbuhan PDB hingga 6–8 persen per tahun.
“Model konsolidasi BUMN ini memberi keyakinan pada investor untuk masuk, karena pengelolaannya lebih profesional dan transparan,” ujar Djoko Soelistyo, analis Mandiri Sekuritas.
Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara optimal, Danantara juga memperkuat program hilirisasi nikel, tembaga, dan energi baru terbarukan yang menjadi fokus pemerintah sejak 2023.
Rosan menyebut prioritas Danantara adalah membiayai proyek strategis nasional yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga 8 persen dalam lima tahun.
“Target kami jelas: menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah industri, dan memastikan keadilan sosial ekonomi,” ungkap Rosan.
Danantara adalah Warisan Ekonomi Berkelanjutan untuk Generasi Mendatang
Pembentukan Danantara menjadi bukti nyata komitmen Presiden Prabowo untuk meninggalkan warisan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berorientasi masa depan.
Kehadiran holding ini juga menjadi jawaban atas kritik lama tentang rendahnya efisiensi BUMN Indonesia yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.
Dengan strategi berbasis pasar, transparansi tata kelola, serta keterbukaan pada modal internasional, Danantara berpotensi memperbaiki persepsi risiko investasi di mata global.
Para investor internasional kini melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar besar, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam rantai pasok global energi, industri, dan digital.
Danantara tidak hanya sekadar super holding, melainkan juga mekanisme transformasi struktural ekonomi Indonesia untuk mewujudkan mimpi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan dana kelolaan raksasa, model manajemen modern, dan komitmen pada keberlanjutan, Danantara siap mengawal Indonesia menuju era baru pembangunan ekonomi.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Kontenberita.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center














