Kemenkeu Ungkap Alasan Terbitkan Surat Utang Rp85,9 Triliun Sebelum Tahun Anggaran Berjalan

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 7 Januari 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto. (Dok. Djppr.kemenkeu.go.id)

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto. (Dok. Djppr.kemenkeu.go.id)

HILIRISASINEWS.COM – Kementerian Keuangan mengungkapkan alasan melakukan prefunding atau penerbitan surat utang sebelum tahun anggaran berjalan sebesar.

Surat utang sebesar Rp85,9 triliun bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan pembiayaan tahun 2025.

Dikutip Harianinvestor.com, refunding tersebut akan mengurangi penerbitan surat utang pada tahun anggaran 2025.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah sepakat untuk melakukan penukaran utang.

Atas Surat Berharga Negara (SBN) pembiayaan COVID-19 yang jatuh tempo pada 2025 sebesar Rp100 triliun, sehingga mengurangi penerbitan di pasar perdana.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan hal itu dalam Konferensi Pers APBN 2024 di Jakarta, Senin (6/1/2024).

“Terkait dengan tantangan global yang masih besar, kami antisipasi dan memastikan pembiayaan utang dilakukan dengan biaya atau cost of fund yang wajar dan risiko yang terkelola dengan baik,” kata Suminto

Pada APBN 2025, Pemerintah menargetkan defisit sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pembiayaan anggaran dirancang sebesar Rp775,9 triliun melalui pembiayaan utang dan Rp159,7 triliun melalui pembiayaan non-utang.

Untuk pembiayaan utang, sebesar Rp642,5 triliun berasal dari penerbitan SBN. Sementara Rp133,3 lainnya berasal dari pinjaman.

“Namun demikian, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang APBN, kami memiliki fleksibilitas dari sisi penggunaan instrumen utang.”

“Ssehingga antara SBN dan pinjaman itu bisa saling menggantikan,” ujar Suminto.

Selain melalui penerbitan surat utang, Pemerintah juga masih memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA).

Dari APBN 2024 sebesar Rp45,4 triliun yang dapat digunakan sebagai penopang pembiayaan.

Kemudian, juga ada Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN 2024 yang juga dapat digunakan sebagai bantalan tambahan bagi kebutuhan pembiayaan tahun 2025.

Adapun APBN 2024 tercatat mengalami defisit sebesar Rp507,8 triliun atau 2,29 persen terhadap PDB.

Persentase itu sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN 2024.

Pendapatan negara secara umum menunjukkan kinerja positif, dengan realisasi sementara sebesar Rp2.842,5 triliun.

Sedangkan belanja negara tercatat sebesar Rp3.350,3 triliun. Keseimbangan primer terealisasi sebesar Rp19,4 triliun.

Realisasi sementara pembiayaan anggaran mencapai Rp553,2 triliun, dengan SILPA Rp45,4 triliun.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Haibisnis.com dan Infokumkm.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Fokussiber.com dan Cekfaktanya.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Kabarkalbar.com dan Bogorterkini.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Integrasi Jaringan PR Newswire – PSPI Tingkatkan Efisiensi Distribusi Pers Rilis Klien ke Media Indonesia
Ekosistem Promedia Dorong 24jamnews.com Jadi Rumah Baru Media Lokal
Dana Terkunci Dibuka, Kemenkeu Cairkan Rp168,5 Triliun dari Blokir 2025
Koreksi Sentimen, CSA Index September 2025 Catat Penurunan ke 65,4
Peringkat Nilai Tambah Ekspor RI Turun ke Posisi 70, Apa Strategi Baru?
Undang Jurnalis Ekonomi Dengan Strategi Press Release yang Efektif
Dana Pensiun ASN di PT Taspen Berisiko Tertekan Klaim Melonjak
Era Baru Komunikasi Digital Perusahaan Dengan Galeri Foto Pers

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 14:30 WIB

Integrasi Jaringan PR Newswire – PSPI Tingkatkan Efisiensi Distribusi Pers Rilis Klien ke Media Indonesia

Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:57 WIB

Ekosistem Promedia Dorong 24jamnews.com Jadi Rumah Baru Media Lokal

Rabu, 24 September 2025 - 08:13 WIB

Dana Terkunci Dibuka, Kemenkeu Cairkan Rp168,5 Triliun dari Blokir 2025

Jumat, 12 September 2025 - 22:01 WIB

Koreksi Sentimen, CSA Index September 2025 Catat Penurunan ke 65,4

Kamis, 11 September 2025 - 13:45 WIB

Peringkat Nilai Tambah Ekspor RI Turun ke Posisi 70, Apa Strategi Baru?

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB